More

    Bawaslu Kabupaten Serang Temukan 225 DPS Bermasalah

    Must Read

    Kades Sukarame Tanggapi Kritikan Warga yang Tanam Pohon Pisang dan Kuburan di Jalan Rusak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca di kritik oleh puluhan warga Kampung Ciakar, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang terkait jalan rusak...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Serang menemukan ratusan pemilih yang tidak memenuhi syarat masih masuk kedalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

    Hal tersebut diketahui usai Bawaslu melakukan pengawasan terhadap pengumuman DPS yang dilakukan KPU Kabupaten Serang pada 19 September 2020 lalu.

    Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Serang Oman Barurrohman mengatakan, pihaknya melakukan pencermatan data selama tiga hari terhitung sejak DPS diumumkan guna memastikan data dan daftar pemilih yang disusun dan dimutakhirkan pada Pilkada Kabupaten Serang 2020 secara akurat dan berkualitas.

    “Ada sebanyak 225 Pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat masih masuk kedalam DPS (Daftar Pemilih Sementara), Itu tersebar di 15 Kecamatan se-Kabupaten Serang, dengan rincian 55 Pemilih ganda, 131 pemilih sudah meninggal dunia, 27 pemilih sudah pindah domisili, dan 12 pemilih tidak dikenal,” katanya kepada awak media saat ditemui di Kantor Bawaslu Kabupaten Serang, Selasa (22/9/2020).

    Selain itu, Oman menyebut ada juga temuan sebanyak 84 pemilih yang ditempatkan di TPS yang jauh dari tempat tinggalnya, “Temuan ini terdapat di Kecamatan Pabuaran,” ujarnya.

    Dari temuan tersebut, lanjut Oman, ternyata dua diantaranya merupakan pemilih disabilitas. Dengan begitu, kata dia, kemungkinan besar temuan DPS akan terus bertambah, mengingat Bawaslu akan terus melakukan pengawasan sampai batas akhir pemungutan DPS 28 September 2020 mendatang.

    “Ini menunjukan KPU Kabupaten Serang masih belum maksimal dalam melakukan pemuktahiran data dan penyusunan daftar pemilih,” ungkapnya.

    “Sebelum ditetapkan dan diumumkan, DPS merupakan produk hasil pemuktahiran dalam beberapa proses mulai dari pencocokan dan penelitian secara faktual oleh PPDP, sampai dengan dimutakhirkan dan disusun kembali oleh PPS dan PPK,”tutupnya. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190 miliar dengan target Rp220 miliar....

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...
    - Advertisement -
    - Advertisement -