More

    Pengosongan Gedung Juang Diwarnai Aksi Dorong-dorongan

    Must Read

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Buruh Menunggu Keputusan UMK 2021

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Al Hamidi memastikan Jumat besok (20/11/2020) Gubernur Banten...

    Pemerintah Diminta Bantu Sektor Industri Perhotelan di Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Industri perhotelan di Banten dinilai memerlukan banyak bantuan dari pemerintah agar tetap bertahan ditengah pukulan telak pandemi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pengosongan Gedung Juang sempat diwarnai aksi adu mulut dan dorong-dorongan antara gabungan petugas dari Satpol PP Kota Serang, Kepolisian, dan TNI dan organisasi kejuangan Dewan Harian Daerah (DHD) 45.

    Pantauan di lokasi, gabungan petugas dan Pemkot Serang sempat di hadang masuk oleh DHD 45. Namun, para petugas tetap memaksa masuk untuk mengangkut barang-barang yang berada di dalam.

    Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan, tindakan Pemkot Serang dalam pengosongan Gedung Juang tersebut sudah melalui beberapa tahapan musyawarah.

    “Baik dari surat yang ditandatangani pak sekot terus juga pada akhirnya pak wali kota memerintahkan agar mengosongkan Gedung Juang ini,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

    Menurutnya, pengosongan tersebut bukan dalam rangka mengusir keberadaan organisasi DHD 45. “Tapi kami pemerintah Kota Serang setelah nanti direhab akan menempatkan semua organisasi-organisasi kejuangan di tempatkan sekretariatnya ada disini. Jadi kita bareng-bareng,” katanya.

    Ia juga menegaskan, Pemkot Serang ke depan akan melakukan perawatan agar dapat diperkenalkan kepada masyarakat Kota Serang.

    “Pemerintah Kota Serang harus hadir, harus bisa merawat keberadaan gedung juang ini agar benar-benar terawat dan bisa diperkenalkan kepada masyarakat. Tadi keberadaanya cukup memperihatinkan ada beberapa tempat-tempat dijadikan tempat tidur, dijadikan tempat-tempat perkumpulan dan ada kalo tidak salah senjata-senjata yang sudah diamankan oleh pihak kami,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -