More

    Buka Praktek Kesehatan Ilegal, IRT di Kota Serang Diciduk Polisi

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NON (25) warga Komplek Bumi Agung Permai I, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang diciduk oleh Ditresnarkoba Polda Banten, lantaran membuka praktek kesehatan ilegal.

    Tersangka di amankan karena tidak memiliki kualifikasi dokter dan izin dari Dinas Kesehatan dalam menjalankan praktik kesehatan yang dilakukannya sejak tahun 2018.

    Dirnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Saat digerebek, tersangka ditemukan sedang menginfus pasien berinisial EM di tempat tidur tanpa menggunakan protokol kesehatan.

    “Pada saat itu tersangka didapati melakukan praktek dokter ilegal menginfus pasien yang berinisial EM di tempat tidur milik tersangka tanpa memenuhi protokol kesehatan,” ujarnya, saat melakukan konferensi pers, Rabu (23/09/20)

    Ia menjelaskan, pelaku didapati sedang melakukan praktik medis, polisi juga menemukan dua jenis obat psikotropika yang disembunyikan dibawah tempat tidur pelaku.

    “Ditemukan juga barang bukti 2 jenis obat psikotropika yakni alprazolam dan riklona, ini sesuai ketentuan kemenkes masuk ke golongan obat keras dan harus atas resep dokter,” katanya.

    Untuk menawarkan produknya, pelaku menggunakan media sosial Instagram dengan jumlah sebanyak 3.700 followers.

    “Sebagian besar korban tidak tahu bahwa tersangka tidak memiliki sertifikasi sebagai tenaga medis,” tegasnya.

    Pelaku akhirnya dikenakan tiga pasal yakni, UU Psikotropika No 5 tahun 1997 ancaman maksimal 15 tahun, UU Kesehatan No 36 tahun 2009, ancaman hukuman 15 tahun dan UU Tenaga Kesehatan pasal 83 tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -