More

    Gelar Demo, Mahasiswa: WH-Andika Masih Memikirkan Proyek di Tengah Pandemi

    Must Read

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Koalisi Banten Menggugat (Kasibat) menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (23/9/2020).

    Dalam aksinya mereka mengkritisi kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy, dalam memutuskan kebijakan pemulihan ekonomi yang digulirkan dari penganggaran pinjaman daerah ke BUMN PT SMI senilai Rp 4,5 triliun.

    Koordinator lapangan, Misbahudin mengatakan, bencana pandemi Covid-19 terus menghantui masyarakat Banten, alih-alih fokus menangani pandemi justru gubernur sibuk mencari dana untuk proyek-proyek yang tertunda akibat recofusing.

    “Watak pemerintah masih saja memikirkan proyek-proyek yang tertunda demi mengejar terget RPJMD,” katanya disela-sela orasi.

    Menurut dia, utang daerah ke PT SMI dengan dalih PEN akan membebani masyarakat. Terlebih alokasi dari pinjaman tersebut tidak terarah dalam aspek pembangunan kesejahteraan masyarakat luas.

    “Pembayaran hutang ini dibebankan kepada rakyat selama hitungan tahun, jelas kita liat barometer tindakan yang dilakukan pemprov jauh dari kepentingan untuk rakyat, ini menjadi hal yang menyakitkan untuk hati rakyat,” ungkapnya.

    Selain itu, alokasi dana PEN untuk pembangunan sport center senilai Rp 430 miliar atau sekitar 50,22 persen. Artinya, kata dia, setengahnya dialokasikan untuk pembangunan spot center.

    Kata dia, rencana dana pembangunan sport centre dalihnya untuk menyerap 7,500 tenaga kerja, padahal kenyataanya tidak akan menyerap tenaga kerja karena banyak faktor yang melilit proyek tersebut.

    “Kita akhirnya tahu bagaimana empati dari Pemprov Banten untuk masyarakat sendiri, sudah seharusnya masyarakat dan mahasiswa memperhatikan secara utuh kinerja dari Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang semakin amburadul dalam membangun Banten,” terangnya.

    “DPRD yang diharapkan menjadi instansi kritis terhadap program gubernur malah menjadi institusi yang tidak mempunyai fungsi pengawasan,” tuturnya.

    Tak hanya itu, ujar dia, pendidikan menjadi permasalahan vital yang harus ditanggulangi, karena situasi saat ini melaksanakan semua serba daring.

    “Perlu biaya lebih untuk orang tua dalam mendapatkan akses serta sarana dan prasarana pendidikan daring, terlebih UMKM belum mendapatkan stimulus bantuan dari Pemprov Banten padahal ini adalah jantung pergerakan ekonomi rakyat kecil,” kata Misbah.

    Oleh sebab itu, Pihaknya menuntut Gubernur Banten, supaya pendidikan dan kesehatan harus menjadi sarana utama program PEN. Kemudian, UMKM harus menjadi prioritas utama demi ekonomi daerah dengan sesuai landasan PEN.

    “Realokasi dana anggaran harus transparan, komitmen padat karya dalam membangun sport center,” tandasnya. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -