More

    Duh! 30 Ribu Pekerja di Banten Dirumahkan, 13 Ribu Kena PHK

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terus terjadi di tengah pandemi Covid-19. Hingga kini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mencatat sekitar 30 ribu tenaga kerja sudah di rumahkan, sedangkan 13 ribu pekerja di PHK.

    “Yang dirumahkan itu ada sekitar 30 ribuan, nah yang di PHK (pemutusan hubungan kerja,red) itu ada13 ribu,” kata Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Al Hamidi kepada awak media saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (23/9/2020).

    Menurut dia, jumlah tenaga kerja yang di PHK akan terus bertambah selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan perusahaan pun banyak yang sudah gulung tikar.

    “Jumlah ini akan terus bertambah, setiap bulan (datanya,red) bertambah, perusahaan yang tutup juga bertambah, Terkahir saya dapat informasi ada sekitar 71 perusahaan yang sudah tutup, mungkin masih terus bertambah,” ungkapnya.

    Perusahaan yang tutup, ujar dia, yang paling mendominasi berada di daerah Tangerang Raya. Sementara, untuk jenis perusahaannya beragam, mulai dari pabrik sepatu dan industri lainnya.

    “Nah paling banyak itu didaerah Tangerang Raya, contoh PT Pelita Taman Mas pindah ke Solo, saya minta perekrut (tenaga kerja,red) 2.000 orang, nah dari sini kita minta warga Banten untuk di tempatkan di Solo begitu,” katanya.

    “Saya meminta tenaga kerja Banten bekerja di sana, jangan orang Jawa datang (bekerja,red) kesini terus,” tuturnya.

    Meski sudah menempatkan tenaga kerja ke daerah lain, Al menegaskan masih banyak tenaga kerja di Banten yang belum mendapat pekerjaan akibat masifnya PHK masal. “Walaupun kami sudah menempatkan beberapa pekerja baik ke Solo, ada juga yang keluar negeri tapi ini tidak sebanding dengan laju (PHK,red) yang terus bertambah, meski kita sudah berusaha,” terang Al.

    Oleh sebab itu, Al meminta perusahaan di seluruh wilayah Banten agar menghindari PHK. Alasannya, kata dia, lebih baik dirumahkan karena masih memperoleh gaji.

    “Jadi gini, saya sudah menyampaikan ke perusahaan untuk menghindari PHK, jadi PHK itu dihindari sedapat mungkin, PHK jalan terakhir kita mendorong perusahaan untuk melakukan runding,” tandasnya. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -