More

    Janda Dua Anak Diringkus Polisi Usai Edarkan Sabu

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Seorang janda dua anak di ringkus Satreskrim Polres Serang usai edarkan sabu. LN (39) warga Tambora, Jakarta Barat menjual barang haram tersebut terpaksa lantaran kesulitan ekonomi.

    Kapolres Serang, AKBP Mariyono mengatakan, sebelum LN ditangkap, polisi lebih dahulu menangkap AY (30) di depan Gerbang Tol Cikande, Kabupaten Serang, dan didapati dua paket narkotika berjenis sabu.

    “Saudara AY berhasil kami tangkap di depan gerbang Tol Cikande, di dapati dua paket sabu. AY mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Tambora, berasal dari TJ,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

    Ia menjelaskan, setelah itu pihaknya pun melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka kedua di Tambora, yaitu TJ (43).

    “Saat kami tanya, TJ mengaku mendapatkan barang tersebut dari LN,” katanya.

    Pihak kepolisian pun kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap LN, seorang janda anak dua, dan di dapati sembilan bungkus plastik berjenis sabu, lima plastik berisi extacy dan satu plastik berjenis happy five.

    “LN mengaku baru menerima paketan narkotika dari seseorang yang bernama Malibu (DPO-red) dengan cara di tempel di suatu tempat di daerah Grogol, Jakarta Barat,” jelasnya.

    Atas perbuatannya tersebut, AY dan TJ di jerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 800 juta. Sementara LN di jerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dan denda Rp 8 Milyar ditambah 1/3. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -