More

    Pilkada Serentak 2020, Pelanggaran ASN di Banten Mendominasi

    Must Read

    Ungkapkan Kekesalan, Warga Cikeusal Buat Kuburan dan Tanam Pisang di Jalan Rusak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan warga Kampung Ciakar, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Sepanjang Oktober-November 2020, Polda Banten Bekuk 47 Tersangka Curanmor

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta Polres jajaran berhasil membekuk 47 tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan mengungkap...

    SERANG/POPSUBLIK.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mencatat ada sekitar 43 dugaan kasus pelanggaran dari empat Kabupaten/Kota selama proses tahapan Pilkada Serentak 2020.

    Komisioner Bawaslu Banten Kordiv Penanganan Pelanggaran Badrul Munir mengatakan, kasus pelanggaran yang ditangani Bawaslu paling banyak temuan dari hasil pengawasan di lapangan mencapai 33 temuan, sedangkan 10 kasus lainnya merupakan laporan dari masyarakat.

    “Sampai hari ini ada 43 dugaan pelanggaran, 33 kasus temuan pengawas di lapangan, 10 kasus laporan masyarakat, jadi lebih banyak temuan dari hasil pengawasan,” katanya kepada awak media saat ditemui di kantor Bawaslu Banten, Jum’at (25/9/2020).

    Badrul menegaskan, dari seluruh pelanggaran yang diproses menjadikan tiga klaster besar yakni klaster pelanggaran administrasi, etik, dan kalster hukum lainnya alias netralitas ASN.

    Kata Badrul, yang mendominasi pelanggaran diantara ketiga klaster tersebut yakni kalster hukum lainnya dan lebih banyak mengarah kepada netralitas ASN mencapai 12 kasus, ada 7 pelanggan Administrasi, dan 6 pelanggaran etik.

    “Garis besarnya ASN mendukung salah satu pasangan calon, ASN melanggar hak netralitas dengan menunjukan keberpihakan, lalu aparat desa memberikan dukungan kepada calon tertentu, ASN mengajak atau mengintimidasi pendukung calon, ASN mendeklarasikan dukungannya serta mempromosikan calon,” ungkapnya.

    Badru juga mengakui dari 12 kasus dugaan pelanggaran ASN terbanyak di Pilkada Kota Cilegon. “Memang paling banyak di Cilegon, terus disusul Tanggerang Selatan, sedangkan untuk nama-namanya memang tidak semuanya bisa kami sebutkan, karena masih diproses di KASN,” ujarnya.(Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -