More

    Wow! Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di Serang Capai Rp 26 Miliar

    Must Read

    Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia Capai 5,3 Juta Jiwa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat, sekitar 9 Juta pekerja migran asal Indonesia telah di berangkatkan...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Pemkot Serang Berencana Perbolehkan SD dan SMP Sekolah Tatap Muka

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana akan mengupayakan belajar tatap muka bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah...

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Biaya pengobatan pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit akan ditanggung pemerintah melalui klaim BPJS Kesehatan. Di Kota dan Kabupaten Serang sendiri, hingga kini verifikasi pengajuan klaim sudah mencapai 54 kasus dengan klaim kurang lebih sebesar Rp 26 miliar.

    “Kalau di Serang sendiri ada 54 kasus dan 54 pasien yang klaimnya itu sekitar Rp 2.631.794.600. Nah coba dibagi saja itu, satu pasien kira-kira kena sekitar Rp 50 jutaan,” ujar Deputi Direksi BPJS Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung, Donni Hendrawan kepada awak media saat ditemui disalah satu cafe di Kota Serang, Senin (28/9/2020).

    Menurut dia, Secara umum yang melingkupi wilayah kerja dirinya terbagi kedalam beberapa wilayah yakni Bandar lampung dengan kasus 188 dan pasien 183 dengan klaim Rp 14.435.882.700, lalu Kota Bumi kasus 34 dan pasien 32 dengan klaim Rp 936.006.600.

    Kemudian, kata dia, Metro kasus 63 dan pasien 63 dengan klaim Rp 3.212.573.900, Serang kasus 54 dan pasien 54 dengan klaim Rp 2.631.794.600, Pontianak kasus 180 dan pasien 187 dengan klaim Rp 14.106.592.300, Singkawang kasus 27 pasien 27 dengan klaim Rp 2.473.800.000 dan terkahir Sintang kasus 15 dan pasien 15 dengan klaim Rp 1.412.245.500.

    “Nah totalnya ada 615 kasus dan 605 pasien, dengan klaim Rp 41.840.750.200,” katanya.

    Donni menjelaskan, pihaknya diberikan tugas oleh pemerintah pusat untuk melakukan verifikasi terhadap klaim (pembiayaan Covid-19) masyarakat. “Semua masyarakat baik peserta maupun bukan peserta boleh dirawat atas indikasi klaim Covid-19,” terangnya.

    Tak hanya itu, Donni menegaskan seluruh Rumah Sakit baik yang bekerjasama maupun yang tidak bekerjasama dengan BPJS berhak untuk mengajukan klaim pembiayaan Covid-19.

    “Jadi, di RS manapun baik yang kerjasama maupun yang tidak kerjasama sepenjang dia (pasien,red) dinyatakan terindikasi menderita Covid-19, maka nanti RS bisa mengajukan klaimnya kepada kami untuk diproses lebih lanjut, tentu nanti akan dibayarkan dari Kemenkes sebagai lembaga yang ditunjuk untuk pembayaran pasien Covid-19,” tandasnya. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -