More

    Demo Gubernur Banten, Aksi Mahasiswa Dibubarkan Polisi

    Must Read

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Jadi Tempat Esek-Esek, Pemkot Serang Bakal Sulap Kepandean

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kerap dijadikan tempat esek-esek, Pasar Kepandean direncanakan bakal di tata ulang atau dijadikan tempat terbuka hijau pada...

    Puluhan Sekolah di Kota Serang Dikategorikan Belum Ramah Anak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan sekolah SMP di Kota Serang masih di dikategorikan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pasalnya, masih banyak syarat-syarat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Aksi Demonstrasi Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Pw Serang di Pendopo Gubernur Banten berujung ricuh serta dilakukan pembubaran secara paksa oleh aparat kepolisian.

    Kejadian itu bermula saat mahasiswa hendak memasuki kantor Gubernur untuk menaruh rilis dan menyampaikan aspirasi terkait kegagalan kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

    Namun, aparat kepolisian tidak mengijinkan lantaran dianggap aksi mahasiswa tidak melalui prosedur resmi pengiriman surat pemberitahuan izin demonstrasi.

    Tidak berselang lama, mahasiswa dan polisi sempat terlibat adu mulut. Karena, mahasiswa tetap ngotot ingin masuk serta mendesak aparat kepolisian untuk membukakan pintu gerbang.

    Tak terima, aparat kepolisian langsung memukul mundur serta membubarkan aksi mahasiswa, aksi kejar-kejaran dan pengamanan massa aksi tak terhindarkan. Kemudian, setelah membubarkan massa, aparat kepolisian menggiring mahasiswa untuk keluar dari area pendopo Gubernur Banten.

    “Hari ini pemprov Banten sudah menutup ruang aspirasi, terbukti dengan jelas masyarakat yang ingin menuntut kebijakan Gubernur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tidak diindahkan,” ujar Misbah disela-sela orasi, Rabu (1/10/2020).

    “Kita coba ingin meminta masuk dengan membukakan pintu gerbang lalu menaruh rilis hasil kajian kita tapi ditolak,” katanya.

    Pembubaran aksi, ditegaskan Misbah, merupakan bukti aparat kepolisian telah menunjukan watak aslinya dengan mengedepankan tindakan represif untuk memukul aspirasi mahasiswa.

    “Ini adalah bukti aparat kepolisian sudah melakukan tindakan represif kepada kami, kami diusir secara paksa,” tegasnya.

    Misbah mengungkapkan, aksi ini berdasarkan hasil kajian secara ilmiah Kumala untuk menyikapi alokasi dana pinjaman daerah senilai Rp 4,9 triliun dari PT SMI dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Pada dasarnya, ujar dia, prinsip-prinsip PEN adalah asas sosial dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, lalu mendukung pengusaha yang terdampak, prudent, transparan, cepat, adil, akuntabel dan sesuai ketentuan. Namun, pada prakteknya PEN tidak mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi rakyat karena lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan sport centre.

    “Kenapa Pemprov Banten lebih mengutamakan anggaran pembangunan Sport Center di bandingkan dengan anggaran lainnya, yang seharusnya menyesuaikan dengan kebutuhan masyarkat di situasi pandemi Covid-19. Bahkan alibi pemprov di rencanakan pembangunan Sport Center untuk menyerap 7.500 tenaga kerja. Padahal kenyataannya tidak akan menyerap tenaga kerja sejumlah 7.500,” terangnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya menuntut Gubernur Banten untuk merealisasikan Pendidikan dan Kesehatan harus menjadi sasaran utama program PEN ditengah pandemi Covid-19.

    Selanjutnya, kata dia, UMKM harus menjadi prioritas utama demi pemulihan ekonomi daerah dengan sesuai landasan PEN. “Pemprov Banten harus serius dalam penanganan Covid-19, Komitmen padat karya dalam pembangunan sport center,” tutupnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -