More

    Demo Mahasiswa Kembali Ricuh, Tiga Mahasiswa Terluka

    Must Read

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan pendopo Gubernur Banten, Senin (5/10/2020) kembali berujung ricuh. Kali ini buntut dari kericuhan itu mengakibatkan tiga orang massa aksi terluka.

    Pantauan wartawan Pospublik.co.id, kejadian itu bermula saat massa aksi mendesak aparat kepolisian untuk menghadirkan Gubernur Banten kehadapan mahasiswa, serta mendesak aparat kepolisian untuk membukakan pintu gerbang. Namun, aparat kepolisian yang mengamankan massa aksi tetap menghadang gerbang dan memukul mundur massa pendemo. Alhasil, bentrokan pun tak terhindarkan.

    Saat terjadi kericuhan beberapa mahasiswa mengaku sempat di seret, ditendang, dan pukuli aparat polisi.

    “Saya ditendang, diseret, dipukuli terus ada kaya alat berat kenceng banget ke muka saya,” ujar salah satu massa aksi, Kinoy kepada pospublik.co.id.

    Atas kejadian tersebut, Kinoy mengutuk keras tindakan refresif aparat kepolisian serta mendesak oknum polisi yang memukuli massa aksi untuk diadili. “Tindakan kekerasan tidak mencerminkan institusi polisi seharusnya menegakan hukum, tapi ini malah melawan hukum,” ungkapnya.

    Aktivis Komunitas Soedirman (KMS30) itu menegaskan, kebebasan berpendapat dimuka umum telah dijamin konstitusi. Faktanya, institusi kepolisian membredel suara-suara kritis mahasiswa.

    “Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat, kenapa hari ini kami malah dibalas tindakan dengan sangat kejam,” tandas Kinoy. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...
    - Advertisement -
    - Advertisement -