More

    Lagi! Ratusan Mahasiswa Kepung Pendopo Gubernur Banten

    Must Read

    Buruh Menunggu Keputusan UMK 2021

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Al Hamidi memastikan Jumat besok (20/11/2020) Gubernur Banten...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO– Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten (AMB) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Gubernur Banten, Senin (5/10/2020).

    Pantauan di lapangan, aksi demonstrasi mahasiswa kali ini sebagai lanjutan refleksi Hari Jadi ke-20 Provinsi Banten.

    Dalam aksinya mereka menyerukan kegagalan pemerintah provinsi Banten dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang dinilai tidak bisa menuntaskan persoalan kemiskinan dan pengangguran di Banten.

    “Kita mahasiswa Banten turun ke jalan satu tujuan untuk menyampaikan kepentingan masyarakat Banten,” kata salah satu massa aksi, Rusmani disela-sela orasi.

    Massa aksi lain, Misbah mengecam kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang dinilai anti Kritik.

    “Wh-Andika tidak pernah menyerap aspirasi rakyat, watak pemimpin anti kritik,” cetusnya.

    “Wajar kita mengkritisi pemerintah Banten karena kita kawan-kawan (mahasiswa,red) bagian dari rakyat yang lahir di tanah Banten,” ungkapnya.

    20 tahun Provinsi Banten, kata dia, tidak ada perubahan yang signifikan dirasakan masyarakat. Apalagi, masyarakat di pelosok desa yang tidak pernah tersentuh kesejahteraan dan pembangunan pemerintah.

    “Kita harus akui Provinsi Banten hari ini menjadi urutan pengangguran tertinggi se-Indonesia, kemiskinan dan berbagai masalah lain,” ujarnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -