More

    Demo Tolak Omnibuslaw Ricuh, 5 Mahasiswa Ditangkap Polisi

    Must Read

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Tiga Ormas di Banten Gelar Deklarasi Tolak Habib Rizieq Shihab ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tiga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terdiri dari Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), Jalak Banten, dan Barisan Ansor (Banser)...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Aksi Demonstrasi Mahasiswa Banten yang terhimpun dalam Aliansi Geger Banten di depan Kampus UIN SMH Banten, Senin (6/10/2020), berakhir ricuh.

    Kejadian itu bermula saat aksi mahasiswa bertahan hingga larut malam, kemudian aparat kepolisian meminta mahasiswa untuk membubarkan diri karena dinilai melebihi batas waktu penyampaian aspirasi, namun mahasiswa tetap bertahan serta melanjutkan orasi-orasi penolakan Omnibus law.

    Tidak berselang lama, aparat kepolisian memukul mundur serta membubarkan secara paksa mahasiswa, akibatnya, bentrokan pun tak dapat dihindarkan, mahasiwa melempari batu dan dibalas dengan semprotan water canon serta tembakan gas air mata oleh polisi.

    Pantauan di lapangan, saat terjadi kericuhan beberapa massa aksi digelandang polisi serta dibawa ke Polres Serang Kota.

    ” Teman kami yang ditangkap polisi ada 5,” ujar Korlap aksi, Arman kepada awak media.

    Senada, Halabi, Ketua Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik, mengatakan selain ditangkap polisi banyak massa aksi yang mengalami luka-luka serta dilarikan ke rumah sakit.

    “14 orang mengalami luka-luka, ada juga yang di larikan ke rumah sakit Benggala, sama Rumah sari Sari Asih,” katanya.

    Sementara Polda Banten, Irjen Pol Fiandar membenarkan bahwa bahwa pihaknya telah mengamankan 5 orang untuk dimintai keterangan.

    “5 orang kita tangkap yang masih kita periksa kita dalami keterlibatan sejauh mana yang jelas mereka melakukan aktivitas perlawanan terhadap Petugas yang melakukan perintah,” Ungkap Fiandar.

    Kelima orang tersebut, Ujar Fiandar, tidak semuanya dari mahasiswa melainkan ada yang dari pelajar.

    “Campuran pelajar ada juga jadi ini aksi mahasiswa sudah ada yang menyusupi ini yang sedang kita dalami linknya ke mana dan sebagainya,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -