More

    Geger Banten Minta Kepolisian Bebaskan Semua Massa Aksi yang Ditangkap

    Must Read

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa Banten yang tergabung dalam aliansi Geger Banten di Kota Serang berujung penahanan terhadap belasan massa aksi di Polda Banten.

    Juru Bicara Geger Banten, Arman Maulana membenarkan bahwa telah terjadi penangkapan terhadap 14 massa aksi saat berdemonstrasi penolakan Omnibus Law. Menurutnya, dalam proses penangkapan itu terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

    Oleh sebab itu, Geger Banten mengutuk keras tindakan respresifitas aparat kepolisian serta mendesak aparat kepolisian untuk segera membebaskan ke 14 massa aksi yang ditangkap.

    “Kami mengutuk keras tindakan represifitas aparat kepolisian kepada masa aksi yang tergabung dalam Geger Banten,” ujar Arman kepada awak media saat ditemui di salah satu kampus di Kota Serang, Rabu (7/10/2020).

    Selain itu, Arman mengecam aparat kepolisian yang menjegal pendampingan hukum dari LBH Rakyat Banten terhadap ke 14 massa aksi yang ditangkap.

    “Kami mengecam polisi yang menjegal kuasa hukum kami (LBH Rakyat Banten,red) sampai saat ini kami bersama LBH belum bisa melakukan pendampingan serta menemui kawan-kawan yang di tangkap polisi,” katanya.

    Aksi Omnibus Law, ujar dia, merupakan aksi damai dalam rangka menyampaikan aspirasi-aspirasi murni mahasiswa. Adapun, terjadi insiden cheos karena aparat kepolisian menggunakan cara-cara kasar untuk memukul mundur massa aksi. Padahal, massa aksi sudah sepakat akan mengakhiri demonstrasi yang berlangsung hingga larut malam tersebut.

    “Aksi terus berjalan hingga pukul 19:00 WIB, nah kawan-kawan mulai terjadi cheos terus masa aksi mundur serta melakukan evakuasi ke dalam Kampus UIN Banten,” ungkapnya.

    Tidak Ada Kelompok Anarko

    Tak hanya itu, Arman menegaskan tidak ada kelompok Anarko dalam gerakan aliansi Geger Banten, karena mulai dari proses pengkonsolidasian hingga aksi demonstrasi seluruh organisasi yang terhimpun merupakan organisasi kemahasiswaan.

    Terlebih, sambung dia, organisasi-organisasi yang terlibat dalam Geger Banten seluruhnya teregisrtrasi dalam satu pintu melalui Humas.

    “Dalam aliansi Geger Banten yang tergabung di dalamnya itu ada 26 organisasi, tidak ada kelompok anarko yang kami bahwa,” tutupnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -