More

    Tolak Omnibus Law, Tiga Pegiat Lingkungan di Banten Gantung Diri

    Must Read

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Banten bersama pegiat lingkungan se-Banten menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (8/10/2020).

    Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan ‘Lawan Perusak Lingkungan, Gagalkan Omnibus Law’.

    Pantau di lapangan, beberapa massa aksi juga melakukan teatrikal gantung diri selama satu jam, aksi itu mengibaratkan simbol kematian suara rakyat Indonesia.

    “Kita menyerukan pemerintah dan DPR bahwa rakyat tidak memerlukan UU yang merugikan rakyat, dan hanya akan menguntungkan korporasi,” ucap Okib Koordinator Aksi kepada awak media.

    Ditengah krisis kesehatan dan ekonomi, kata Oki, pemerintah Indonesia justru diam-diam meloloskan UU Minerba yang memberikan karpet merah kepada industri batubara. Belum lagi, pasca pandemi masih segar ingatan rakyat akan kecurangan pengesahan UU Minerba. Kali ini, menurutnya pemerintah kembali mengabaikan aspirasi masyarakat dengan mengesahkan UU Ciptaker.

    “UU Ciptaker hanya akan menyengsarakan rakyat, mempermudah investasi tanpa memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan dan hak-hak para pekerja,” katanya.

    Kendati mendapatkan banyak kritik dan penolakan dari berbagai pihak termasuk buruh, pemuka agama, dan lembaga pendanaan, ditegaskan Oki, nyatanya Senin lalu RUU Omnibus Law disahkan menjadi Undang-Undang.

    “UU ini hanya akan melanggengkan praktik oligarki serta akan mengeksplorasi sumber daya alam, dan mengkerdilkan hak-hak rakyat,” terang Oki.

    “Lingkungan akan semakin rusak, rakyat semakin tertindas, dan ruang demokrasi akan semakin menyempit,” paparnya.

    Tak hanya itu, Oki mengungkapkan, bahwa proses penyiapan UU Omnibus Law sangat kontroversial. Sebab, kata dia, tidak melibatkan pelaku yang terlibat terutama asosiasi bisnis yang tergabung dalam Kadin dan juga Bank Dunia serta tidak melibatkan para pemangku kepentingan lain seperti serikat buruh dan masyarakat sipil.

    “UU ini banyak dipengaruhi aktor-aktor industri ekstraktif seperti tambang, migas, perkebunan sehingga akan menjadi ancaman besar bagi lingkungan hidup Indonesia,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -