More

    Penolakan Omnibus Law Meluas, Ribuan Mahasiwa Kepung DPRD Banten

    Must Read

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik...

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    Buruh Nilai KHL Tidak Sensitive Gender

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kesenjangan buruh gender dalam dunia pekerjaan dan upah dinilai semakin melebar, bahkan regulasi yang mengatur komponen kebutuhan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Gelombang Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja terus meluas dari berbagai elemen mahasiswa di Banten. Selain Mapala Banten, pada hari yang sama ribuan mahasiswa Banten turut bergerak mengepung DPRD Banten.

    Pantauan dilapangan, ribuan mahasiswa yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa Banten (Gempar) menyatakan ‘Mosi Tidak Percaya’ kepada pemerintah termasuk Pemerintah Daerah Provinsi Banten.

    “Kami nyatakan mosi tidak percaya kepada pemeritnah dan seluruh wakil rakyat di Indonesia,” ucap Korlap Aksi, Ari kepada awak media pada Kamis (8/10/2020)

    Tak hanya itu, Ari pun mengutuk tindakan represifitas aparat kepolisian kepada mahasiswa pada saat demonstrasi di depan kampus UIN SMH Banten pada Selasa (6/10) lalu yang m mengakibatkan beberapa mahasiswa ditangkap dan luka-luka.

    “Ini menunjukan kebebasan berpendapat menyampaikan aspirasi di Banten masih terbungkam dan mencederai kebebasan berekspresi dan berpendapat di negara demokrasi,” tegasnya.

    Pada aksi itu, pihaknya juga mempertanyakan alasan DPR RI mengesahkan RUU secara tergesa-gesa di tengah pandemi Covid-19. Padahal, Omnibus Law Cipta Kerja masih menjadi polemik di masyarakat.

    “Kami juga mengecam tindakan represifitas aparat kepolisian,” paparnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -