More

    14 Massa Aksi Ditetapkan Tersangka, Geger Banten Berencana Gelar Aksi Solidaritas

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Aliansi Geger Banten sebagai wadah persatuan mahasiswa se-Banten kembali menggalang konsolidasi untuk memperkuat gerakan mahasiswa dalam rangka mendesak pembebasan ke-14 orang demonstran yang kini ditetapkan tersangka oleh Polda Banten.

    Juru bicara Geger Banten, Arman Maulana membenarkan bahwa, saat ini seluruh pimpinan organisasi eksternal berikut BEM dari berbagai kampus akan menggelar pertemuan di salah satu kampus di Kota Serang.

    “Hari ini kita akan bertemu dengan pimpinan-pimpinan organisasi untuk menyikapi ke-14 kawan kita yang ditetapkan tersangka,” ujar Arman saat dikonfirmasi lewat sambungan seluler, pada Senin (12/10/2020).

    Senada, Juni salah satu aktivis yang terlibat dalam gerakan Geger Banten, mengakui, pertemuan lintas pimpinan organisasi untuk mempersatukan kembali kekuatan mahasiswa. Bahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan advokasi terhadap keluarga-keluarga korban. Sehingga, tidak menutup kemungkinan keluarga korban akan terlibat dalam gerakan aksi solidaritas tersebut.

    “Kita akan membawa para keluarga yang dijadikan tersangka sebagai sikap kekecewaan terhadap aparat kepolisian,” katanya.

    “Kita sedang mempersiapkan kekuatan massa yang masif untuk melakukan aksi demonstrasi solidaritas untuk membebaskan kawan-kawan yang ditetapkan tersangka,” tambahnya.

    Menurutnya, penangkapan terhadap demonstran sebagai bentuk pembungkaman aspirasi. Sebab, kata dia, di dalam UUD 1945 pasal 28E ayat 3 menyampaikan pendapat dimuka umum telah dijamin konstitusi.

    “Tindakan aparat kepolisian malah mengkebiri demokrasi, penangkapan serta menetapkan tersangka tidak berdasar,” tegasnya.

    Berdasarkan fakta dilapangan, sambung dia, kriminalisme disertai aksi brutalisme aparat kepolisian lebih banyak menimbulkan korban dari mahasiswa.

    “Bukti-bukti kekerasan aparat kepolisian kita sudah dapatkan, toh bukan jadi rahasia umum lagi video pemukulan sudah beredar di media sosial,” ungkapnya.

    “Kawan-kawan massa aksi juga banyak yang dilarikan ke rumah sakit, ada yang mengalami luka robek dibibir, kepala, pokoknya banyak yang luka,” tutupnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -