More

    Empat Anak Ditetapkan Tersangka Pada Aksi Omnibus Law, LPAI Minta Gunakan Sistem Peradilan Anak

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Banten angkat bicara terkait penangkapan serta penetapan tersangka 14 massa aksi saat melakukan unjuk rassa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 6 Oktober 2020 lalu.

    Pasalnya, dari ke-14 massa aksi yang ditetapkan tersangka 4 diantaranya masih dibawah umur.

    Ketua LPAI Provinsi Banten, Iip Syafrudin, mengaku, pihaknya menerima pengaduan masyarakat tentang penetapan tersangka pada proses hukum atas nama MZ, RR, MM dan M yang masih usia anak.

    Oleh sebab itu, LPAI merekomendasikan agar para tersangka usia anak tersebut ditetapkan prosesnya dengan memakai rujukan Undang-undang No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

    “UU ini adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, dari mulai tahap penyelidikan sampai tahap pembimbingan setelah menjalani pidana,” ujar Iip kepada awak media melalui konferensi pers pada Senin (12/10/2020).

    Iip menjelaskan, Dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 pada Pasal 5 ayat 1,2 dan 3, Pasal 6 dan Pasal 7, disebutkan mewajibkan kepada penyidik, penuntut dan pemeriksaan perkara untuk dilaksanakan upaya diversi.

    “Diatur juga pada pasal 9, dimana pada pokoknya para tersangka anak adalah terkategori sebagai pelaku tindak pidana pelanggaran dan tindak pidana ringan,” katanya.

    Tak hanya itu, ujar dia, pada pasal 10 ayat (2) diatur, bahwa kesepakatan diversi berbentuk. Pertama, melaksanakan diversi atas proses hukum tersebut. Kedua, mengembalikan para tersangka kepada orang tua dan atau wali. Ketiga, menyampaikan hasil diversi tersebut kepada Pengadilan Negeri (PN) untuk dilakukan penetapannya.

    “Terakhir, setelah mendapatkan penetapan dari PN maka penyidik agar dapat mengeluarkan penetapan penghentian penyidikan kasus diatas,” ungkap Iip.

    Untuk itu, pihaknya akan berkerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan proses pemulihan psikologis terhadap tersangka di bawah umur tersebut.

    “Kami pun akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dan berkepentingan, agar dapat dilaksanakan proses trauma healing dan atau psiko analisis terhadap para tersangka anak, agar di kemudian hari tidak lagi melakukan kekeliruan seperti yang sudah pernah dilakukan,” terangnya.

    Iip pun berharap, pers dapat terlibat aktif dalam mengawasi jalanya proses hukum terhadap seluruh tersangka khusunya pada anak dibawah umur.

    “Besar harapan teman-teman media dapat bekerjasama dalam rangka memberikan kepentingan terbaik bagi anak, khususnya anak-anak yang sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Banten tersebut,” pungkasnya.(Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -