More

    Tolak Omnibus Law, Satu Mahasiswa Diamankan Polisi Saat Demo di DPRD Banten

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Gelombang penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja terus mengalir. Kali ini puluhan mahasiswa kembali menggeruduk gedung DPRD Provinsi Banten pada Selasa (13/10/2030).

    Dalam aksinya, seorang mahasiswa sempat diamankan oleh aparat kepolisian, lantaran mencoba membawa ban bekas untuk dibakar.

    Akhirnya, seorang mahasiswa pun langsung diamankan, kemudian dibawa kedalam gedung DPRD Provinsi Banten.

    Mengetahui keadaan tersebut, para mahasiswa meminta penjelasan kepada aparat kepolisian terkait penangkapan temannya. Mereka menilai penangkapan itu menodai hak menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Mengapa kawan massa aksi kami ditangkap? Kalau tidak di keluarkan, kita paksa untuk masuk kawan-kawan,” kata salah satu massa aksi dalam orasinya.

    Mahasiswa pun mendesak akan masuk kedalam gedung DPRD Provinsi Banten, apabila rekannya tidak dikembalikan kepada massa aksi. Mereka juga menyanyikan yel-yel tugas kepolisian dalam mengawal aksi.

    “Tugasmu mengayomi, pak Polisi, pak Polisi tugasmu mengawal aksi. Pak Polisi sini kalau punya nyali,” teriaknya.

    Mahasiswa mengatakan, kobaran api yang nyala di depan gedung DPRD Provinsi Banten merupakan bentuk amarah kepada pemerintah yang tidak mengakomodir aspirasi masyarakat.

    Selain itu, mereka juga mengecam tindakan refresif petugas kepolisian terhadap massa aksi yang menyampaikan aspirasi.

    “Mengapa teman kami ditangkap dan dibawa ke dalam. Kami minta penjelasan kepada pihak kepolisian. Saya ingatkan bahwa setiap individu bebas berserikat, berkumpul untuk menyampaikan pendapatan. Mari berdialog disini,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -