More

    Tolak Omnibus Law, Satu Mahasiswa Diamankan Polisi Saat Demo di DPRD Banten

    Must Read

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Gelombang penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja terus mengalir. Kali ini puluhan mahasiswa kembali menggeruduk gedung DPRD Provinsi Banten pada Selasa (13/10/2030).

    Dalam aksinya, seorang mahasiswa sempat diamankan oleh aparat kepolisian, lantaran mencoba membawa ban bekas untuk dibakar.

    Akhirnya, seorang mahasiswa pun langsung diamankan, kemudian dibawa kedalam gedung DPRD Provinsi Banten.

    Mengetahui keadaan tersebut, para mahasiswa meminta penjelasan kepada aparat kepolisian terkait penangkapan temannya. Mereka menilai penangkapan itu menodai hak menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Mengapa kawan massa aksi kami ditangkap? Kalau tidak di keluarkan, kita paksa untuk masuk kawan-kawan,” kata salah satu massa aksi dalam orasinya.

    Mahasiswa pun mendesak akan masuk kedalam gedung DPRD Provinsi Banten, apabila rekannya tidak dikembalikan kepada massa aksi. Mereka juga menyanyikan yel-yel tugas kepolisian dalam mengawal aksi.

    “Tugasmu mengayomi, pak Polisi, pak Polisi tugasmu mengawal aksi. Pak Polisi sini kalau punya nyali,” teriaknya.

    Mahasiswa mengatakan, kobaran api yang nyala di depan gedung DPRD Provinsi Banten merupakan bentuk amarah kepada pemerintah yang tidak mengakomodir aspirasi masyarakat.

    Selain itu, mereka juga mengecam tindakan refresif petugas kepolisian terhadap massa aksi yang menyampaikan aspirasi.

    “Mengapa teman kami ditangkap dan dibawa ke dalam. Kami minta penjelasan kepada pihak kepolisian. Saya ingatkan bahwa setiap individu bebas berserikat, berkumpul untuk menyampaikan pendapatan. Mari berdialog disini,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -