More

    Gubernur Banten kembali di Desak Nyatakan Tolak Omnibus Law

    Must Read

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat...

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) DPW Provinsi Banten kembali menggelar aksi demonstrasi di depan pendopo Gubernur Banten pada Selasa (14/10/2020).

    Demonstrasi ini sebagai bentuk lanjutan dalam mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim agar menyatakan sikap secara tertulis kepada presiden untuk penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

    “Kami meminta kepada Gubernur Banten (Wahidin Halim,red), menyampaikan pernyataan tertulis kepada presiden, bahwa masyarakat, pekerja, buruh, menolak Omnibus Law,” ucap Lilis, wakil ketua I KSPN DPW Banten, saat ditemui di sela-sela aksi.

    Jika gubernur masih abai terhadap tuntutan buruh, kata Lilis, elemen buruh dan mahasiswa akan bersatu untuk kembali menggelar demonstrasi besar-besaran di pendopo Gubernur Banten.

    “Kita akan berjejaring dengan kelompok-kelompok mahasiswa untuk melakukan aksi besar-besaran,” tegas Lilis.

    Lilis menjelaskan, pemerintah sungguh ironis ditengah kondisi masyarakat Indonesia sedang mengalami pandemi, keresahan dan kekhawatiran tengah melanda seluruh masyarakat.

    “Dalam kondisi ini justru pemerintah dan DPR mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU,” katanya.

    Saat ini, diungkapkan Lilis, pemerintah tetap memaksakan pembahasan UU Cipta Kerja dengan tergesa-gesa serta banyak persoalan yang dapat merugikan buruh.

    “Mereka tidak memiliki hati nurani, sudah tidak mendengar aspirasi rakyat yang menyampaikan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja,” ujarnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -