More

    Ratusan Ojol Geruduk Kantor Dishub Kota Serang

    Must Read

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan ojek online yang tergabung dari Gojek dan Grab menggelar demonstrasi di depan Kantor Dishub Kota Serang, Senin (19/10/2020). Mereka menuntut agar pihak Dishub Kota Serang menangani terkait regulasi tarif penumpang disesuaikan.

    Pantauan di lokasi, ratusan massa ojek online tersebut sempat menutup jalan yang berada di depan Kantor Dishub Kota Serang, sehingga kemacetan pun tak terhindarkan.

    Dalam aksinya mereka menuntut terkait adanya perubahan regulasi yang dinilai semena-mena dilakukan oleh perusahaan terkait tarif biaya perjalanan.

    Mereka mendesak agar Dishub Kota Serang segera turun untuk menangani hal tersebut dan membantu mengembalikan pendapatan para ojek online.

    Abdul (30) salah seorang orator mengatakan bila tarif minimum yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan sebesar 13 ribu rupiah. Hal itu dinilai dapat merupakan para pengendara ojek online.

    “Kami biasanya bisa mendapatkan uang satu hari sebanyak 200-300 ribu. Tapi untuk sekarang kita hanya mendapat 80 ribu,” katanya.

    Ia meminta agar pihak Dishub dapat keluar dan bertemu para massa aksi. Lantaran, nasib mereka saat ini harus ditangani dengan serius.

    “Ini milik rakyat. Dan mereka yang didalam itu digaji dari uang rakyat, masa tidak mau menemui kita,” tegasnya.

    Aksi tersebut pun masih berjalan dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -