More

    Warga Tolak Rencana Pendirian Mayora Group di Pandeglang

    Must Read

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) akan beroperasi di Kecamatan Cadasari, tepatnya di Jalan Raya Serang-Pandeglang. Saat ini anak perusahaan Mayora Group tersebut sedang mengurusi izin pengeboran air bawah tanah di Pemerintah Provinsi Banten.

    Menanggapi hal itu, masyarakat yang terdiri dari dua kecamatan yakni Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, dan Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang langsung menggelar petisi penolakan rencana eksploitasi sumber daya air pada Cengkungan Air Tanah (CAT) Serang-Tangerang.

    “Kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang kami meminta jangan pernah memberikan rekomendasi kepada perusahaan yang akan mengajukan izin eksploitasi,” ujar Oni Sahroni, penanggungjawab petisi kepada awak media melalui pres rilis, pada Selasa (20/10/2020).

    Selain Pemda Pandeglang, Oni mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk tidak memberikan izin eksploitasi pemanfaatan air tanah kepada PT. Mayora Group. Oni menuding, Perusahaan tersebut telah beroperasi di atas lahan konservasi CAT dengan pengakuan hanya mengoperasikan pergudangan. Hal itu, kata dia, diperkuat dengan informasi yang beredar bahwa Mayora Group sedang merayu pemerintah untuk memperoleh izin operasional.

    “Pemerintah daerah jangan menganggap sepele persoalan pemanfaatan air tanah ini, karena perusahaan akan mengeksploitasi air tanah hingga ribuan kubik perharinya untuk dimanfaatkan secara komersil,” katanya.

    Oni menjelaskan, pemanfaatan sumber daya air dengan menggunakan sumur artesis dengan kedalaman pipa 150 hingga 200 meter akan berdampak buruk bagi tersedianya cadangan air baku warga.

    Kata dia, CAT Tangerang-Serang merupakan tampungan air bawah tanah selama ribuan tahun menjadi sumber konsumsi warga yang mengalir hingga ke perut bumi wilayah Tangerang. Terlebih, ujar dia, di atas CAT adalah areal pertanian berkelanjutan yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang tidak boleh dialihfungsikan.

    “Dari CAT ini lah warga Cadasari, Serang, hingga Tangerang memanfaatkan air konsumsi yang disedot melalui pipa-pipa sumur artesis,” ungkapnya.

    Sejauh ini, dikatakan Oni, masyarakat sedang kesusahan mendapatkan air tanah untuk dikonsumsi karena sumur artesis mulai kering. Oni pun mengancam jika pemerintah tidak mendengarkan aspirasi rakyat, maka warga akan menggelar demonstrasi penolakan Mayora Group tersebut.

    “Apabila pemerintah tetap memberikan izin, kami akan melakukan perlawanan turun ke jalan,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -