More

    Gelar Demonstrasi, Kumala Menilai 42 Bulan Kepemimpinan WH-Andika Tanpa Perubahan

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi demonstrasi di jalan raya Syekh Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang, Senin (26/10/2020).

    Dalam aksinya, mereka mengkritisi kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy selama 42 bulan.

    Ketua Kumala Perwakilan Serang Misbahudin mengatakan, diusia 42 bulan atau 3 tahun kepemimpinan WH-Andika sejak dilantik 2017 lalu hingga 2020 tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap masyarakat.

    “Hari ini tepat 42 bulan kepemimpinan WH-Andika, harusnya Provinsi Banten sudah mandiri karena ditopang oleh visi misinya yang luar biasa, tapi masyarakat bisa melihat kondisi Banten saat ini,” ujar misbah disela-sela Aksi.

    Misbah menilai, WH-Andika mengusung visi misi ‘Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah’ dengan misi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur, meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas, meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas, serta meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

    “Ternyata visi misi WH-Andika hanya omong kosong belaka, artinya dia (WH-Andika hanya meningkatkan citra wajahnya yang So Alim, tapi secara kepemimpinannya WH-Andika cacat karena tidak mampu merealisasikan visi misinya tersebut,” ungkapnya.
    Misbah menjelaskan, tiga aspek yang menjadi prioritas WH-Andika yaitu pendidikan, kesehatan, dan Infrastruktur masih menjadi polemik. Persoalan lain, lanjut dia, ketimpangan kemiskinan masyarakat Banten tidak pernah dituntaskan WH-Andika.
    “Mulai dari kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan hingga pengangguran diusia 42 bulan kepemimpinan WH-Andika belum bisa ditangani secara serius, artinya kalau serius harus ada penangananya, nah dari 2018 hingga 2020 WH belum bisa memberikan solusi kepada masyarakat,” jelas Misbah.
    Tak hanya itu, sambung dia, penanganan penanggulangan pandemi Covid-19 pun menjadi catatan serius bagi WH-Andika. Apalagi, penyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemprov Banten terus bermasalah ditengah rakyat kelaparan.
    “Kami pertanyakan kenapa JPS ini belum didistribusikan, padahal masyarakat hari ini sangat membutuhkan,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -