More

    Aktivis Desak Pansus Lebih Teliti Dalam Penyusunan Raperda RZWP3K

    Must Read

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Aktivis Ikatan Mahasiswa Bojonegara Pulo Ampel, dan Masyarakat Pesisir Serang Utara mendesak Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) agar lebih teliti serta harus melakukan hearing.

    Sebab, beberapa poin yang ada dalam raperda dinilai tidak sesuai dengan kondisi dilapangan.

    “Saat ini kami masih menunggu balasan dari Pansus RZWP3K untuk meminta menerima masukan masyarakat,” ujar Ari Dailami, Ketua PP IKMBP kepada Pospublik.co, Senin (2/11/2020).

    Menurutnya, masih ada pulau-pulau kecil di wilayah pesisir Serang utara yang belum di masukan dalam raperda tersebut.

    “Bagaimana tidak pulau-pulau kecil yang ada di Bojonegara Pulo Ampel tidak ada yang masuk kecuali Pulo Panjang. Padahal pulau-pulau itu kan dari dulu sudah ada bahkan di google maps pun ada tinggal dilihat saja” jelasnya.

    Selain itu, Pangkalan Perahu Ikan (PPI) di Kecamatan Bojonegara semuanya tidak tercatat dalam raperda tersebut. Padahal, daerah Bojonegara merupakan wilayah pesisir yang secara potensial menjadi pondasi ekonomi masyarakat.

    “Wilayah kita kan dibagi menjadi 2 ada wilayah pegunungan dan wilayah pesisir. Wilayah pegunungan sudah di keruk habis dengan pertambangan dengan dasar hukum RTRW Kabupaten Serang,” ucap dia.

    “Masa sekarang wilayah pesisir juga akan dihabiskan reklamasi dengan disahkannya raperda RZWP3K ini, tanpa memberikan akses nelayan ke laut,” tambahnya.

    Ia juga mendorong pemuda lokal untuk melek terhadap Peraturan dan perundang-undangan, karena untuk memajukan potensi daerah dasarnya adalah mengetahui tata kelola wilayah dan proses hukumnya.

    “Saya berharap pemuda dapat berperan dalam mengelola tata kelola dan proses hukum di Kabupaten Serang maupun di Provinsi Banten,” ujarnya.

    Sementara itu, Koordinator Masyarakat Pesisir Serang Utara, Titin Kholawiyah menganggap, plang yang ada di pulau-pulau kecil yang terletak di Bojonegara sudah digantikan dengan plang perusahaan.

    “Nah disini ada pengabaian oleh negara tidak menjaga apa yang ada, ini merugikan masyarakat nelayan,” ujarnya.

    Kedepan, ia berharap negara bisa hadir serta menjaga dan memfungsikan pulau-pulau kecil di Banten seperti sebagaimana mestinya.

    “Itu di RZWP3K saya melihat Pulau Tarahan, Pulau Tanjung Bajo, Pulau Ampel Kecil, Pulau Ampel Besar, Pulau Cikantung, Pulau Kemanisan, Pulau Pusang dan Pulau Kubur tidak masuk sebagai pulau yang perlu dijaga ekosistemnya,” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -