More

    Musim Penghujan, Distan Waspadai Penyakit AI

    Must Read

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Transisi dari musim kemarau ke musim penghujan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, termasuk penyakit yang dapat menyerang hewan khususnya hewan unggas yang mudah terjangkiti virus Avian Influenza (AI).

    “Penyakit hewan yang rentan ketika musim hujan adalah AI pada unggas, atau flu burung kalau pada manusia,” ujar, Ari Mardiana, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten saat ditemui diruang kerjanya, Kota Serang, Senin (2/11/2020).

    Ari menyebut, diawal musim hujan ini belum ada laporan perihal kasus Al, namun biasanya laporan itu datang pada puncak musim hujan.

    “Kalau tahun kemarin ada 14 kasus penyakit AI, tahun ini belum ada laporan. Biasanya pas memasuki puncak musim hujan, kemungkinan Januari,” ungkapnya.

    Ari melanjutkan, kasus tersebut kerap terjadi pada peternakan-peternakan skala kecil, seperti di bawah 200 ekor. Adapun ciri-ciri penyakit Al antara lain pendarahan di bawah kulit, dada membiru, jengger biru, muka bengep serta paling utamanya mati mendadak.

    “Penyakit AI terjadi akibat lembab, sehingga virus tumbuh dengan baik,” katanya.

    Terakhir, Ari mengungkapkan, dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit Al, maka akan digenacarkan sosialisasi terkait pencegahan, dan tengah melakukan penyemprotan disinfektan kepada peternak-peternak yang terdaftar di Distan.

    “Kalau ada hewan unggas yang memiliki ciri-ciri pengakit AI, maka segera laporkan ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat agar ditindaklanjuti, karena virua tersebut dapat menyebar,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -