More

    Soal Kontroversi Macron, Semua Umat Diminta Kendalikan Amarah

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Beberapa hari terakhir seluruh masyarakat dunia khususnya umat muslim sedang hangat-hangatnya membicarakan sosok Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait pernyataan kontoversial serta tindakan yang dianggap merendahkan serta menghina islam dan Nabi Muhammad SAW.

    Sebagaimana diketahui, buntut tindakan Macron menimbulkan gelombang protes semakin meluas dari berbagai dunia serta terus bermunculan mulai kritik dari kalangan pemuka agama maupun pesohor di tanah air.

    Terkait hal itu, Perwakilan Gusdurian Banten Rifqiyudin Anshari menegaskan, bahwa pemenggalan kepala oleh pelaku teror di Prancis tidak terikat agama mana pun, sehingga pernyataan Presiden Marcon tidak dibenarkan karena telah menyudutkan Islam.

    “Kita tidak membenarkan pemenggalan kepala oleh pelaku teror sebab teror tidak terikat agama mana pun,” katanya kepada wartawan di Kota Serang, Minggu (1/11/2020) kemarin.

    Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Fae itu mengecam berekspresi Emmanuel Macron, yang kebablasan dan mengarah pada Hate-Speech serta mengarah pada penghinaan terhadap kelompok tertentu.

    “Kita juga mengecam kebebasan berekspresi yang kebablasan dan mengarah pada Hate-Speech, kemudian mengarah pada penghinaan terhadap kelompok tertentu, misalnya menunjukan kartun nabi yang didalam islam itu jelas dilarang. Kita harus tahu batasan kita masing-masing jika ingin dihormati,” ungkapnya.

    Bagi Fae, tindakan Macron sangat disayangkan, seharusnya harus lebih moderat dan demokratis serta melindungi kepentingan golongan. Dengan tidak melakukan tindakan yang bersebrangan tentang islam apalagi menuduh islam adalah radikal.

    “Kita menyayangkan sikap Presiden Prancis yang harusnya bisa lebih moderat dan demokratis, dan bisa melindungi kepentingan semua golongan, tidak malah menyimpulkan hal – hal yang bersebrangan tentang Islam, apalagi menuduh islam radikal,” terang Fae.

    Fae menungkapkan, gejolak yang terjadi di tokoh agama dan masyarakat yang mengecam tindakan yang dianggap melukai umat islam adalah hal yang wajar.

    Fae pun berharap semua umat dapat mengendalilan amarah serta tidak mudah terprovokasi.

    “Kami harap semua umat bisa mengendalikan diri, karena saat ini kita sudah marah, jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai memelihara amarah itu, dan melakukan tindakan – tindakan yang merusak. Yang bisa kita lakukan setelah marah adalah berdoa, dan meminta ampunan, semoga kita terhindar dari hal – hal yang mencelakai diri kita semua,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -