More

    Polda Banten Grebek Praktik Aborsi Berkedok Klinik di Pandeglang

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Polda Banten grebek tempat aborsi ilegal yang berkedok klinik di Kampung Cipacung, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

    Dua orang bidan NN (47) dan seorang perawat ER (38) berhasil di amankan oleh Ditreskrimsus Polda Banten, Senin, (3/11/2020).

    Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefudin mengatakan pelaku diringkus pada tanggal 26 Oktober yang lalu oleh jajaran Polda Banten.

    “Sudah beberapa hari lalu kita amankan. Praktek mereka itu sudah dari 2006 atau 2007 lalu,” ujarnya.

    Saat melakukan penangkapan dua orang bidan, polisi juga mendapati seorang tersangka lainnya yakni RY sebagai seorang pasien yang hendak melakukan aborsi di klinik tersebut.

    “Kami juga mengamankan satu orang pasien yakni RY, yang kedapatan hendak melakukan aborsi,” katanya.

    Sementara itu, Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Feria Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan penangkapan dan penggeledahan tempat aborsi awalnya diterima oleh pihaknya setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengatakan pelaku RY bersama dengan temannya datang ke klinik NN diduga untuk menggugurkan kandungan.

    “NN ini meminta biaya pengguguran sebesar Rp 2,5 juta kepada RY pada saat itu. Saat hendak melakukan transaksi, polisi langsung mendatangi dan mengamankan pelaku,” katanya.

    Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan beberapa alat bukti yang diduga akan di pakai untuk aborsi.

    “Sejumlah alat bukti berupa uang, alat aborsi, baskom aluminium, gunting, penjepit, buku catatan pasien, dua botol kecil injeksi dan satu alat suntik,” tuturnya.

    Atas tindakannya itu, tersangka akan dikenakan pasal 194 Jo pasal 75 (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau pasal 346 dan atau pasal 348 (1) KUHP Juncto pasal 55 (1) ke 1. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -