More

    Kecewa UMP 2021 Tak Naik, Buruh Banten Ancam Gelar Aksi Besar-Besaran

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) M Kamal Amrullah mengancam bakal menggelar aksi besar-besaran untuk mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten 2021.

    “Rencana kita bakal demonstrasi, cuma tanggalnya kapan kita masih konsolodasi terus,” kata Kamal kepada awak media saat ditemui di Kantor Disnaker Banten, Curug, Kota Serang, Selasa (3/21/2020) kemarin.

    Menurut Kamal, nilai UMP 2021 yang diputuskan gubernur setara dengan 2020 sebesar Rp2.460.994.54 sangatlah mengecewakan para buruh. Terlebih kondisi buruh sangat sulit akibat pandemi Covid-19.

    “Ini yang saya sesalkan, harusnya Gubernur (Wahidin Halim) dialog dulu lah dengan kami dan kami diberikan kesempatan untuk bicara,” tegasnya.

    Sebelum menggelar demonstrasi, Kamal mengaku akan terlebih dahulu mencoba meminta untuk bertemu gubernur dalam rangka membuka ruang dialog perihal UMP.

    “Kami ingin dialog dengan Gubernur, terserah kalau sudah mendengarkan kami mau diputuskan kaya apa?, supaya informasinya komprehensif jangan hanya berat sebelah saja,” tuturnya.

    Kamal melanjutkan, Jika gubernur membuka ruang dialog serta dapat menyerap aspirasi buruh, kemungkinan besar buruh akan membatalkan demonstrasi. “Kalau memang dialog itu positif kenapa kita harus lakukan aksi,” terangnya.

    Terakhir, Kamal pun berharap Gubernur Banten dapat membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada buruh karena persoalan UMP bagian dari jiwa raga buruh.

    “Pak Gubernur mudah-mudahan bisa menerima kita karena kita ingin dialog, buruh ini juga perlu didengar,” ujarnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -