More

    Koreda Banten Sayangkan Penggunaan Kata ‘Cacat Netra’ Pada Kegiatan STQ II Kota Serang

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Komunitas Area Disabilitas (Koreda) Banten menyayangkan adanya diskriminasi kata bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) II Tingkat Kota Serang.

    Ketua Koreda Banten, Moch Ridwan mengatakan, kesuksesan kegiatan itu ternodai dengan adanya diskriminasi kata bagi penyandang disabilitas. Sebab, salah satu kategori perlombaannya masih menggunakan kata ‘Cacat Netra’.

    Hal itu ketika dirinya sedang menonton siaran langsung Pemkot Serang yang menayangkan penutupan acara STQ II.

    “Saat kebetulan sedang mendengarkan, ternyata ada kategori juara lomba tilawah disabilitas. Namun ternyata panitia menggunakan katanya itu cacat netra merujuk pada teman-teman penyandang tunanetra,” ujarnya, Kamis (5/11/2020).

    Ia menuturkan, hal itu sangat mendiskriminasi bagi para penyandang disabilitas dan telah menodai kegiatan yang baginya sangatlah bagus.

    Ia berharap kedepan, panitia maupun Pemkot Serang tidak kembali mengulang hal itu dan menghapuskan frasa cacat dalam kegiatan pemerintahan.

    “Kita ini sudah punya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Lalu ada pula konvensi hak penyandang disabilitas yang telah diratifikasi menjadi UU Nomor 19 tahun 2011 serta Perda Perlindungan Penyandang Disabilitas,” katanya.

    Menanggapi hal itu, Ketua Harian LPTQ Kota Serang Shobari HS mengakui, terdapat kesalahan dalam penggunaan kata cacat. Menurutnya, penggunaan kata cacat dalam kategori lomba merupakan kesalahan koordinasi.

    “Yah mungkin itu hanya beberapa panitia yang kurang koordinasi saja. Itu kurang koordinasi yah para panitianya,” katanya saat dikonfirmasi awak media di lokasi kegiatan penutupan STQ II Kota Serang.

    Dirinya berjanji untuk kegiatan kedepan, baik STA maupun kegiatan lain akan lebih terkoordinasi dan tidak menggunakan kata cacat bagi para peserta penyandang disabilitas.

    “Jadi ini kan panitia ada dari LPTQ, ada dari Kemenag Kota Serang, Kiyai dan Ulama, jadi ini kurang koordinasi saja. InsyaAllah nanti kedepannya tidak akan menggunakan kata cacat lagi,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -