More

    Aksi Didepan Mapolres, Mahasiswa Minta Aparat Hentikan Refresifitas

    Must Read

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sejumlah mahasiswa terdiri dari Organisasi Sekolah Mahasiswa Progresif dan Kumala Perwakilan Serang menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polres Serang Kota, Jum’at (6/11/2020).

    Dalam aksinya, mereka mendesak aparat kepolisian untuk menghentikan tindakan represifitas dan kriminalisasi terhadap massa aksi penolakan Omnibus Law di seluruh daerah di Indonesia.

    Pantauan dilapangan, Aksi di mulai dengan melakukan long march dari kampus UIN SMH Banten dengan diiringi yel-yel.

    Humas Aksi, D. N Afief mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk mengecam tindakan represifitas dan kriminalisasi terhadap masa aksi penolakan Omnibus Law di seluruh Indonesia.

    Koordinator Sempro Kota Serang itu menegaskan, rangkaian refresifitas serta brutalisme aparat polisi dimulai saat demonstrasi penolakan Omnibus Law diberbagai daerah termasuk Banten.

    Gerakan penolakan Omnibuslaw di Banten sendiri berujung pada kekerasan dan penangkapan terhadap 14 masa aksi yang terlibat dalam gerakan geger banten beberapa waktu lalu.

    “Dari 14 orang itu saat ini masih bersatatus tersangka dan 1 orang atas nama Bias Maulana masih di tahan oleh kepolisian Polda Banten,” katanya.

    Terkahir, Afief pun menuntut aparat kepolisian untuk segera membebaskan ke-14 massa aksi tanpa syarat.

    “Dengan aksi ini kami menuntut cabut status tersangka 14 orang tanpa syarat dan bebaskan kawan bias maulana sekarang juga.” Pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -