More

    Sepanjang 2020, Polda Amankan 370.430 Obat Terlarang dan 126 Tersangka

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POPSPUBLIK.CO – Jajaran Ditresnarkoba Polda Banten beserta polres jajaran berhasil meringkus ratusan orang pelaku peredaran obat terlarang dan Narkotika di wilayah hukumnya dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2020.

    “Selama Januari-Oktober 2020 ini, ada sebanyak 108 kasus dengan tersangka sebanyak 126 orang serta jumlah barang bukti sebanyak 370.430 butir,” ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar usai menggelar pres conference di Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (9/11/2020).

    Fiandar menyebut, rangkaian kasus yang diungkap polres jajaran di wilayah hukum polda banten dalam waktu dua bulan terkahir September-Oktober 2020 antara lain, Polda Banten berhasil mengungkap sebanyak 6 kasus dengan 6 tersangka, beserta barang bukti 8.098 butir obat terlarang.

    Kata Fiandar, Polresta Tangerang sendiri sebanyak 7 kasus dengan 11 tersangka, dengan barang bukti 120.000 butir obat terlarang dari berbagai jenis obat seperti extaimer, tramadol dan lain sebagainya.

    “Salah satu faktor banyaknya peredaran obat-obatan terlarang dikarenakan wilayah kota tanggerang yang dekat dengan ibu kota jakarta sehingga akses jalur untuk mendistribusikan obat-obatan mudah disalurkan oleh para pelaku,” ungkapnya.

    Selanjutnya, sambung dia, Polres Serang 6 kasus dengan 7 tersangka, dengan barang bukti 8.316 butir obat terlarang, sedangkan Polres Pandeglang sebanyak 4 kasus dengan 4 tersangka, barang bukti 3.088 butir obat terlarang.

    Sementara, tutur Fiandar, Polres Cilegon sebanyak 3 kasus dengan 3 tersangka, barang bukti 1.855 butir obat terlarang.

    “Wilayah cilegon ini merupakan jalur lintas Daerah Provinsi, dan banyaknya pendatang yang masuk,” katanya.

    Adapun, ujar dia, Polres Lebak sebanyak 2 kasus dengan 3 tersangka, barang bukti 28.000 butir obat terlarang.

    Terakhir, sambung dia, Polres Serang Kota sebanyak 5 kasus dengan 8 tersangka, barang bukti 1.888 butir obat terlarang.

    “Akses jalur dekat dengan Tanggerang dan banyaknya pendatang serta jumlah penduduk yang banyak sehingga menjadikan tempat para pengedar obat-obatan sebagai sasaran,” terangnya.

    Disinggung soal Modus pengedar, Fiandar menegaskan, bahwa pengedar menjual obat-obatan dengan kedok toko kosmetik atau toko kelontong, serta langsung menawarkan kepada pembeli dalam paket eceran.

    “Jenis obatnya tramadol, hexymer, dan sejenisnya dijual dalam jumlah banyak dan tidak melalui jalur resmi dan tidak dibawah pengawasan Dinas Kesehatan daerah setempat,” jelasnya.

    Fiandar menjelaskan, Untuk para tersangka dikenakan pasal 196, 197 atau pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

    “Ancaman hukuman penjara paling singkat 10 tahun, paling lama 15 tahun dengan denda paling sedikit 100 juta paling banyak Rp 1,5 Miliar,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -