More

    Kembali Gelar Demo, Ratusan Mahasiswa Banten Tuntut Cabut UU Omnibus Law

    Must Read

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten kembali menggelar demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di perempatan lampu merah Alun-alun Kota Serang, Selasa (10/11/2020).

    Pantauan di lokasi, massa aksi sempat berkumpul di depan Kampus UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang. Kemudian mereka melakukan longmarch dengan membawa bendera merah putih besar, ke arah Alun-alun Kota Serang.

    Humas aksi, Ishak mengatakan pasca disahkannya Omnibus Law beberapa waktu lalu dinilai telah melukai seluruh hati rakyat Indonesia, terutama pada kaum buruh.

    “Ditengah situasi pandemi ini negara semestinya kencurahkan waktu dan tenaga sepenuhnya untuk menyelamatkan rakyat. Tapi malah digunakan untuk membidani lahirnya produk hukum yang anti rakyat, anti demokrasi,” ujarnya.

    Ia mengatakan, dengan disahkannya Omnibus Law pemerintah dan pengusaha berupaya melemahkan kontrol rakyat. Bahkan, kata dia, pengusaha ingin melepas dari jerat pidana bahkan ingin dilegalkan untuk merampas tanah rakyat.

    “Seluruh sumber kekayaan alam yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat sebagaimana bunyi pasal 33 UUD 1945 malah digunakan untuk terus memperkaya oligarki politik baik didalam maupun diluar negeri,” katanya.

    Pihaknya menilai, Omnibus Law merupakan paket regulasi yang dapat merusak lingkungan, dan mempercepat bencana ekologis.

    “UU sapu jagat ini juga akan mempertegas orientasi sistem pendidikan sebagai penyedia tenaga kerja murah serta memiskinkan perempuan dan masyarajat adat,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, Omnibus Law bukanlah alternatif kebijakan ditengah buruknya kondisi rakyat Indonesia.

    “Watak pembangunan rezim Jokowi-Amin yang bergantung pada politik hutang, memgabdi kepada kepentingan investor kini telah terbukti gagal. Kami menuntut Cabut Undang-Undang Omnibus Law sekarang juga,” tegasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -