More

    Kades Cipinang Diduga Gelapkan Insentif Tenaga Keagamaan

    Must Read

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    PANDEGLANG/POSPUBLIK.CO – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam aliansi Tandu Reformasi Keadilan Indonesia (TURKI) menggelar aksi demonstrasi di depan halaman DPMPD Kabupaten Pandeglang, Jum’at (13/11/2020).

    Dalam aksinya, mereka menyoroti korupsi insentif tenaga keagamaan alias guru ngaji di Kabupaten Pandeglang.

    Korlap Aksi, Medi Humaedi mengatakan, hampir seluruh pemerintah desa di Kabupaten Pandeglang mengalokasikan anggaran dana desanya untuk insentif tenaga keagamaan atau dikampung lebih dikenal guru ngaji.

    Medi mencontohkan, salah satunya Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, kabupaten Pandeglang, yang diduga menggelapkan anggaran tenaga kegamaan.

    Di Desa Cipinang, kata dia, justru tidak semulus yang diharapkan, anggaran untuk Insentif tenaga keagamaan sebanyak 32 orang diduga telah dikorupsi oleh oknum kepala desa dan bendahara desa.

    “Hal itu terbukti lantaran para tenaga keagamaan di Desa Cipinang mengeluh, karena selama 2020 ini mereka belum pernah menerima insentif sepenuhnya, bahkan adapula yang belum menerimanya sama sekali,” katanya kepada awak media saat dikonfirmasi lewat sambungan seluler.

    Dengan begitu, Medi menuntut Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk memberikan insentif tenaga keagaman sesuai standar satuan harga di Desa Cipinang selama tahun 2020.

    “Tangkap serta periksa kepala desa dan bendahara desa di Cipinang yang diduga melakukan korupsi dana insentif tenaga keagamaan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, pihaknya mendesak untuk dilakukan Pemeriksaaan terhadap Camat Angsana yang diduga lalai dalam mengemban tugasnya. Mereka pun menuntut untuk segera dilakukan pemeriksaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Desa Cipinang.

    “Apabila tidak diindahkan maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa susulan dengan jumlah,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -