More

    Pemkot Serang Berencana Perbolehkan SD dan SMP Sekolah Tatap Muka

    Must Read

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana akan mengupayakan belajar tatap muka bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

    Hal tersebut akan dipertimbangkan setelah masa Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) berakhir pada 20 November mendatang.

    Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan pihaknya melakukan upaya untuk siswa dan siswi di Kota Serang dapat melakukan belajar secara tatap muka.

    “Pemkot serang masih ada upaya untuk anak bersekolah tatap muka,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

    Namun menurut Syafrudin, untuk mengupayakan sekolah secara tatap muka hanya akan di bolehkan untuk kelas 3 SMP dan kelas 6 SD.

    “Meskipun ada tatap muka maka pemkot akan mengusahakan untuk anak kelas 3 SMP dan kelas 6 SD. Karena akan menghadapi ujian,” katanya.

    Menurutnya, untuk kelas 3 SMP dan kelas 6 SD hal yang paling penting di prioritaskan menjalani masa belajar secara tatap muka.

    “Jadi itu mungkin akan diprioritaskan masuk dulu,” tuturnya.

    Selain itu, siswa SD kelas 1 hingga kelas 5 serta kelas 1 dan 2 SMP masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

    “Sementara untuk anak sekolah dasar kelas 1 hinga 5 SD dan kelas 1 dan 2 SMP masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” katanya.

    Untuk ketetapan tanggalnya, kata Syafrudin, pihaknya masih belum memutuskan hal tersebut.

    “Karena kondisi Covid-19 ini sangat luar biasa sekali (bahaya). Menunggu aturan-aturan dari pusat,” tegasnya.

    Sementara untuk pelaksanaannya, para siswa akan masuk seperti biasanya, namun dilakukan secara bergantian.

    “Untuk pelaksanaannya para siswa akan masuk setiap hari biasa sekolah normal akan tetapi siswa akan masuk secara bergantian. Yang dibagi dua sesi,” tukasnya. (Rul)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -