More

    Sepanjang Oktober-November 2020, Polda Banten Bekuk 47 Tersangka Curanmor

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta Polres jajaran berhasil membekuk 47 tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan mengungkap 63 kasus pada periode Oktober-November 2020.

    Dari hasil penangkapan tersebut, terkumpul sekitar 185 unit barang bukti berupa kendaraan bermotor roda dua dan 31 unit kendaraan roda empat.

    “Kita ketahui bersama bahwa kasus curanmor (pencurian bermotor,red) cukup tinggi yang meresahkan masyarakat selama ini,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar saat menggelar ekspos kasus Curanmor di Mapolda Banten, Kota Serang, Selasa (18/11/2020).

    Fiandar menyebut, dari 63 kasus, sekitar 13 kasus berhasil diungkap Polda Banten dengan barang bukti R2 22 Unit dan R4 11 Unit. Sementara Polres Tanggerang, 5 kasus dengan barang bukti R2 6 unit dan R4 1 unit serta temuan R2 44 unit dan R4 2 unit.

    “Polres Serang, 5 kasus dengan barang bukti R2 4 unit dan R4 1 unit, untuk Polres Pandeglang 10 kasus dengan barang bukti R2 10 unit dan R4 0 unit serta tekuan R2 11 unit dan R4 0 unit,” katanya.

    Sedangkan, dikatakan Fiandar, Polres Cilegon 11 kasus dengan barang bukti R2 37 unit dan R4 2 unit, Polres Lebak, 10 kasus dengan barang bukti R2 6 unit dan R4 5 unit serta temuan R2 8 unit dan R4 2 unit

    “Terakhir, Polres Serang Kota 2 kasus dengan barang bukti R2 2 unit dan R4 0 unit serta temuan R2 23 unit dan R4 0 unit,” ujarnya.

    Para tersangka ini, tutur Fiandar, ditangkap berdasarkan sesuai target oprasi yang telah ditentukan dalam operasi hasil informasi dari masyarakat serta pengembangan kasus dari hasil pengungkapan kasus curanmor.

    “Modusnya itu biasanya mereka (tersangka,red) menggunakan kunci palsu atau kunci T dengan menjebol lubang kunci kendaraan (korban,red),” terangnya.

    Sementara itu, Direktur Reserce Kriminal Umum (Ditreskrimum) Martri Sonny, mengungkapkan, tindak pidana curanmor ini tidak hanya melibatkan satu TKP (tempat kejadian perkara,red) tetapi tersebar di berbagai TKP sehingga melalui pengembangkan berhasil terungkap sebanyak 58 TKP dengan modus beragam.

    Selain modus tersangka memakai soket atau kunci T, dikatakan Sonny, mereka juga memakai modus lain untuk mencuri kendaraan roda empat (mobil) dengan cara mebobol pintu mobil serta meminjam mobil kemudian tidak dikembalikan lagi, bahkan ada modus penyewaan.

    “Tersangka ada juga yang melakukan kekerasan dan perampasan (korban,red), kita berhasil ungkap kemarin. Nah mereka melakukanya dengan memakai senjata tajam,” kata Sonny.

    Dari hasil pengungkapan, lanjut Sonny, kejadian kasus ini paling banyak rata rata terjadi di kawasan perumahan, meski demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan Curanmo terjadi di parkiran umum.

    “Nah kendaraan yang banyak diincar oleh para pelaku ini biasanya sesuai dengan pesanan dari si penadah, dan itu macam macam ada yang motor Sport ada juga Metic,” jelasnya.

    Adapun pasal yang disangkakan kepada seluruh para tersangka, ditegaskan Sonny, mereka dikenakan pasal 363, 480, dan pasal 481 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman paling singkat 7 Tahun pidana.

    Terkahir, Sonny pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada termasuk harus menerapkan kunci ganda terhadap kendaraan agar para pelaku curanmor kesulitan dalam melancarkan pencuriannya tersebut.

    “Kita harapkan masyarakat selalu mengunci ganda kendaraanya, artinya penggunaan kunci ganda ini setidaknya bisa memperlama waktu proses pencurian sehingga ada kesempatan bagi pemilik untuk menangkapnya,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -