More

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 yang naik sebesar 1,5 persen.

    Penetapan tersebut tertuang dalam SK Nomor 561/KEP.272-HUK/2020 tentang penetapan UMK di Provinsi Banten tertandatangi Gubernur Banten Wahidin Halim.

    “Kami para pimpinan SPSB (Serikat Pekerja Serikat Buruh,red) yang tergabung dalam AB3 (Aliansi Buruh Banten Bersatu,red) sudah menyampaikan pernyataan sikap menolak Keputusan Gubernur tersebut,” ujar ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten, Deddy Sudrajat kepada awak media saat dikonfirmasi lewat sambungan seluller, pada Selasa (24/11/2020).

    Tak hanya mensosialosasikan penolakan, Presedium AB3 itu menegaskan seluruh buruh akan menggelar serangkaian aksi mogok daerah di seluruh pusat Industri di Banten pada 1 Desember 2020 mendatang.

    “Dan sebagai bentuk penolakan tersebut AB3 sudah sepakat akan melaksanakan aksi Mogok Daerah pada tanggal 1 Desember 2020,” katanya.

    Aksi mogok daerah, ujar dia, sebagai alternatif buruh untuk memperjuangkan hak upah layak, meskipun ditengah pandemi, kata dedy, perjuangan buruh tidak akan pernah surut termasuk aksi mogok daerah akan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    “Mengingat ini masih pandemi maka jalan itu lah yang kami tempuh daripada unjuk rasa,” terang Deddy.

    Dedy menegaskan, SK Gubernur yang menetapkan kenaikan UMK 2021 sebesar 1,5 persen sebagai bukti bahwa pemerintah Provinsi dibawah kekuasaan Wahidin Halim tidak pernah berpihak pada kelas pekerja di Banten.

    Untuk itu, Dady bersama seluruh pimpin serikat pekerja menyerukan perlawanan terhadap kebijakan WH agar UMK 2021 dapat mencukupi kebutuhan buruh serta mengantarkan buruh ke pintu kesejahteraan.

    “Karyawan pabrik (1 Desember 2020) nanti bakal keluar pabrik,Terus berdiri di depan pabrik masing-masing (mogok daerah,red),” tandasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -