More

    Disepakati, APBD 2021 Provinsi Banten Defisit Rp4,47 Triliun

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi perda.

    Persetujuan diambil dalam rapat paripurna di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (30/11). Adapun nilai APBD yang disahkan mencapai Rp16,01 Triliun.

    Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten Ali Nurdin mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pleno terkait raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2021 pada Sabtu (28/11). “Dari sana diperoleh kesepakatan terkait raperda tersebut untuk dibawa ke tahap lebih lanjut untuk diparipurnakan ,” ujarya kepada awak media.

    Adapun postur APBD tahun 2021, kata Nurdin, terdiri atas pendapatan daerah senilai Rp11,60 triliun. pendapatan asli daerah (PAD) Rp7,22 triliun, pendapatan transfer RpRp4,38 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp6,2 triliun.

    Sementara untuk belanja daerah sebesar Rp16,01 triliun. Terdiri atas belanja operasi Rp7,64 triliun, belanja modal Rp5,53 triliun. Belanja tidak terduga sebesar Rp84,6 miliar, belanja transfer sebesar Rp2,75 triliun. Dari hal tersebut terjadi defisit Rp4,47 triliun yang ditutupi dari penerimaan pembiayaan senilai Rp4,47 triliun.

    “Penerimaan pembiayaan terdiri atas silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) tahun sebelumnya Rp329,11 miliar. Lalu penerimaan pinjaman daerah dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) Rp4,13 triliun. Pengeluaran pembiayaan Rp65 miliar berupa penyertaan modal PT Agrobisnis Banten Mandiri,” katanya.

    Untuk pelaksanaan APBD 2021 Badan Anggaran DPRD Banten memiliki sejumalh catatan dan saran. Diantaranya Pemprov melakukan kinerja yang lebih kreatif, inovatif, progresif dalam menggali potensi pendapatan daerah.

    “Lalu agar pinjaman sebesar Rp4 triliun lebih itu jadi suatu kepercayaan yang efektif, efisien dan akuntabel terhadap penggunaan pinjaman yang diprioritaskan dalam anggaran infrastruktur kita. Berkaitan dalam peningkatan ekonomi dan penanganan Covid-19 dengan tersedianya aksebilitas infrastruktur daerah yang kuat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya berkomitmen utnuk menjalankan leuruh program yang dicanangkan dalam APBD 2021 dengan sebaik-baiknya.

    “Itu yang paling penting dalam kaitan ini tentunya saya berharap TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Aparat pemerintah daerah dengarkan saran-saran termasuk kesimpulannya,” pungkasnya. (Jen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -