More

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan.

    Penurunan untuk Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 2,58 persen, sedangkan Gabah Kering Panen (GKP) naik sebesar 1,54 persen dan gabah kualitas rendah sebesar 4,86 persen.

    “Rata-rata harga gabah bulan November 2020 di tingkat Petani untuk kualitas Gabah Kering Giling itu sebesar Rp. 4.565, GKP Rp. 4.355 per kilogram, dan kualitas rendah Rp. 3.880,” ucap kepala BPS BantenAdhi Wiriana, kepada awak media, Kamis (3/12/2020) kemarin.

    “Untuk Harga terendah sebesar Rp. 3.500, nah untuk kualitas rendah varietas Ciherang dan harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp 5.200,” sambungnya.

    Adapun Nilai Tukar Petani (NTP), dikatakan Adhi, pada musim hujan cukup bagus. Namun petani dibenturkan dengan menurunya produksi lantaran belum masuk fase memanen.

    “Nah nilai tukar petani musim ini biasanya bagus, artinya produksi harganya pasti naik, cuma yang jadi masalah petani yang mau jual produk pas harga naik justru produknya ngga ada, karena ngga musim panen padi,” katanya.

    “Tapi kalau pas musim panen padi NTP harganya justru turun, padahal petani ingin harganya naik,” paparnya.

    Adhi mengungkapkan, petani harus jeli dalam mengantipasi fluktuatif nilai harga, dengan begitu, kata dia, petani tetap akan eksis dipasarana dalam memasarkan hasil produk-produknya.

    “Harusnya kan petani ini punya gudang seperti di Kabupaten Lebak, disitu ada lumbung-lumbung padi, nah jadi pas harga naik padinya baru dijual, pas harga lagi tidak naik padi jangan dijual dulu,” ungkapnya.

    Selain itu, sambung dia, pemerintah daerah pun harus bisa memperhatikan kelangsungan serta kesejahteraan petani di Tanah Jawara. Apalagi, kata dia, saat ini pemprov banten sedang gencar mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agrobinsis.

    Oleh sebab itu, Adhi mendorong agrobisnis untuk membua ruang disektor pengembangan produk-produk petani terkhusus padi.

    “kita harapkan agrobisnis ini bisa menyimpan beras seperti bulog, pada saat musim panen agrobinsi harus menampung padi dari petani, harga padi ke petaninya jangan terlalu murah,” pungkasnya. (*/Zein)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -